Mode Gelap

Recent in Fashion

Best Seller Books

Cara Menciptakan Sebuah Pelaksanaan Android Dengan Android Studio

Bagaimana cara membuat sebuah pelaksanaan Android? Saat ini masih ada tool bernama Android Studio yang memungkinkan proses pengembangan aplikasi bisa dilakukan menggunakan mudah. Berikut panduan singkatnya buat Anda.

Banyak perusahaan yg telah mengembangkan bisnisnya ke arah digital dengan menyediakan pelaksanaan mobile dalam menawarkan layanan yang mereka miliki. Salah satu aplikasi mobile yang banyak dikembangkan adalah aplikasi Android. 

Berdasarkan berita yg diperoleh menurut Statista.com, hingga bulan Januari tahun 2021, Android masih sebagai operating system seluler terkemuka di seluruh global. Di Indonesia sendiri, pangsa pasar Android pula permanen mendominasi. Dari data gs.statcounter.com diketahui bahwa Android memiliki pangsa pasar sebanyak 92.39 % dibandingkan dengan operating system yang lain.

Karena perangkat Android menjadi semakin generik, maka permintaan akan pengembangan aplikasi Android akan terus semakin tinggi. Jadi, jika Anda ingin bekerja sebagai programmer dan ingin memaksimalkan peluang buat menerima pekerjaan, maka Anda wajibmenciptakan fondasi yang bertenaga dan mempelajari bagaimana cara membuat sebuah pelaksanaan Android terlebih dahulu.

Untuk mengembangkannya, Anda bisa menggunakan  IDE ( Integrated Development Environment ) resmi menurut Google bernama Android Studio. Kami akan mengungkapkan bagaimana cara membuat sebuah pelaksanaan mobile sederhana buat Anda.

Namun sebelumnya, terdapat baiknya jika Anda mengenal apa itu Android Studio terlebih dahulu.

Seperti yg telah disebutkan sebelumnya, Android Studio adalah IDE ( Integrated Development Environment ) resmi menurut Google buat pengembangan pelaksanaan Android.Alat ini dapat membantu pengeditan kode, debugging, serta pengujian aplikasi secara cepat.

Android Studio menawarkan banyak sekali fitur buat menaikkan produktivitas & kualitas pengembangan aplikasi Android. Beberapa diantaranya misalnya: emulator yg cepat & kaya fitur intelligence Code Editor C ++ dan NDK support mempunyai code templates dan GitHub integration buat membantu Anda pada membuat fitur pelaksanaan & mengimpor sample code testing tools dan framework yg ekstensif, dan lain-lain

Baca Juga: Kelebihan Android Studio dalam Pengembangan Aplikasi AndroidCara Membuat Sebuah Aplikasi Android menggunakan Android Studio1. Download Android Studio versi terbaru

Untuk membuat aplikasi Android, maka langkah pertama yang harus Anda lakukan merupakan mempersiapkan tool buat mengembangkannya. Android Studio bisa dipakai buat beragam komputer yang menjalankan Windows atau Linux, serta buat Mac yg menjalankan mac OS.

Download Android Studio tadi pada developer.android.com. Ikuti seluruh langkah yang wajibdilakukan dan tunggu sampai proses penginstalan terselesaikan. Proses ini bisa berjalan cukup lamatergantung menurut kecepatan koneksi internet yg Anda pakai. dua. Buat New Project

Setelah, Android Studio terpasang di perangkat Anda, langkah selanjutnya adalah memulai proyek baru.

Buka File > New > New Project.

Pada termin ini, Anda akan diminta untuk menentukan Project Template buat menentukan kode dan elemen UI yang akan disertakan pada pembuatan pelaksanaan baru Anda. Kata “Activity” mengacu pada “screen” aplikasi. Jadi proyek dengan isu “No Activity” akan menampilkan screen yg kosong.

apabila Anda menentukan “Basic Activity”, maka screen akan menampilkan beberapa button atau menu di dalamnya. Beberapa elemen tadi memang diperlukan dalam aplikasi Android tetapi perlu Anda ketahui elemen tadi kadang menciptakan proses pembuatan aplikasi sebagai lebih rumit. Oleh karena itu, buat pembuatan aplikasi Android pertama Anda usahakan Anda menentukan “No Activity”.

Setelah itu, beri pilih package name dan beri nama pelaksanaan Anda. Nama inilah yg akan dipandang users ketika pelaksanaan diinstal pada perangkat mereka. Sebagai model, Anda bisa memakai nama “Aplikasi Saya”. Kemudian pada bagian package name tambahkan com.model.aplikasisaya .

Pada tahap ini, Anda pula perlu menentukan bahasa pemrograman yg akan dipakai. Pada hidangan, akan disediakan bahasa pemrograman Java dan Kotlin. Sebagai model, Anda dapat menentukan Java pada menu dropdown.

Terakhir, Anda juga perlu mempertimbangkan SDK Minimum yaitu versi Android terendah yang ingin Anda support sang aplikasi. Semakin rendah nomoryg Anda pilih, maka semakin luas jangkauan calon users Anda. Oleh karena itu, pilih versi Android terendah yg akan didukung pelaksanaan Anda . Jika sudah, klik finish.tiga. Pelajari arsip

Tahap selanjutnya merupakan meninjau & mempelajari file-file yang paling krusial. Di dalam Android Studio akan masih ada aneka macam file, folder, dan kode. File-arsip tadi memang terlihat rumit, namun Anda bisa mempelajarinya.

File yg terbuka merupakan MainActivity.java yaitu main logic file yang akan menentukan bagaimana aplikasi Anda akan berperilaku. Anda bisa menemukannya dengan membuka MyApplication > app > src > main > java > com > companyname > myapplication.

Selain itu, Anda juga akan melihat beberapa tampilan kode pada laman primer. Kode itu disebut menggunakan boilerplate code yaitu kode yg hampir identik di berbagai project aplikasi dan dibutuhkan agar fungsi dasar aplikasi dapat berfungsi.a. Layout files

File layout tidak selaras menggunakan file kotlin atau Java. Perlu Anda ketahui, file ini dipergunakan buat menentukan tampilan kegiatan pelaksanaan & memungkinkan Anda buat menambahkan banyak sekali elemen pada dalam pelaksanaan misalnya button, text, atau window browser. 

File ini dapat Anda temukan pada : MyApplication , lalu pilih app > src > res > layout

File layout ini dianggap menggunakan activity_main.xml . Anda dapat double click arsip ini, & file akan terbuka pada jendela primer. Di sinilah, Anda dapat mengedit kode Anda.

Anda bisa melihat arsip ini melalui tampilan “code” view & “Design” view. Di dalam “design” view, Anda bisa drag and drop banyak sekali widget ke dalam screen. Sedangkan ketika Anda membuka “code” view, maka Anda akan melihat XML script. Saat Anda menambahkan widget melalui design view, maka script pada code view akan diperbarui.

Di sebagian besaraplikasi, Anda perlu membuat file Java (atau Kotlin) yg baru serta arsip XML buat menambahkan kegiatan baru. Oleh karena itu, Anda wajibmengusut.b. File dan folder krusial lainnya

Pada dasarnya, Android Studio memiliki banyak arsip dan folder. Tetapi secara garis akbar, terdapat beberapa folder yang akan berguna jika Anda mengetahuinya. Berikut beberapa antara lain: Android Manifest

Android Manifest adalah arsip XML yg berisi metadata penting mengenai aplikasi Android misalnya package name, activity names, main activity, configurations, Android version support, hardware features support, & permission. Drawable

Di pada folder res, Anda akan menemukan folder drawable yang berisi banyak sekali jenis gambar yg dipakai untuk pembuatan aplikasi Android. Values

Folder ini adalah loka buat menyimpan value yang akan digunakan secara global di seluruh pelaksanaan. Beberapa antara lain seperti kode rona, style, dimensi, dan lain-lain. Gradle

Gradle merupakan alat yang akan mengumpulkan seluruh arsip Anda dan mematikannya menjadi APK yang mampu diterapkan untuk proses pengujian. Selain itu, Gradle jua berfungsi buat membentuk pratinjau.4. Uji Aplikasi Anda

Ketika membiasakan diri dengan suatu bahasa pemrograman baru, Anda wajibmencoba untuk menciptakan pelaksanaan menggunakan text “Hello World”. Untungnya hal tersebut gampang buat dilakukan lantaran kode telah menyediakan small label berbunyi “Hello World!”

Pada kontrol bagian atas Android Studio, Anda akan melihat ada simbol play berwarna hijau. Saat Anda menginstal Android Studio, maka seharusnya Anda pula sudah menginstal image sistem Android bersama dengan Virtual Device Manager. Dengan istilah lain, Anda seharusnya telah mempunyai emulator Android yg siap digunakan! Dengan mengklik simbol play hijau tadi, maka Anda akan meluncurkan & menguji pelaksanaan.5. Coba buat “sesuatu” di pelaksanaan Anda

Trik belajar cara membuat sebuah aplikasi merupakan dengan terus mencoba hal-hal baru. Jadi, jangan takut untuk mencoba mengedit kode dan melihat apa yg bisa dihasilkan sang kode tadi.

Anda sanggup mencoba mengubah pesan “Hello World” yg ditampilkan menjadi “Howdy World”, atau menambahkan elemen interaktif pada dalamnya. Contohnya, Anda ingin mengizinkan user buat menekan suatu tombol buat mengubah teks.

Untuk melakukannya, Anda perlu menambahkan kode ini ke dalam TextView tag pada activity_main.xml:android:id="@+id/helloButton"android:onClick="onHelloButtonClick"

Attribute di atas akan menaruh nama dalam text label “helloButton” dan menyatakan metode “onHelloButtonClick” buat mereferensikan tampilan. 

Subscribe Our Newsletter

avatar
"Hidupku tertutup, terbukanya pas mandi aja."

Related Posts

0 Comment

Posting Komentar

Article Top Ads

Parallax Ads

Article Center Ads

Article Bottom Ads