Mode Gelap

Recent in Fashion

Best Seller Books

Belajar Membuat Aplikasi Android Menggunakan Android Studio

Published by farizdotid on November 22, 2019November 22, 2019

Kamu ingin belajar membuat aplikasi Android menggunakan tools Android Studio ? Nah, kursus “Belajar membuat pelaksanaan android” ini cocok buat engkauyang ingin mulai belajar pemrograman android dari 0. Lebih lezatlagi materinya ter-struktur dan berbahasa Indonesia, jadi kamu lebih paham. Guna mendukung pengembangan aplikasi sistem operasi Android, Android Studio memakai sistem berbasi Gradle, emulator, template kode, & integrasi ke Github yg memudahkan para pengembang. Pada artikel kali ini, kita akan mengenal dasar-dasar belajar menciptakan aplikasi Android dan atribut umum (common attribute) yg digunakan.Persiapan

Ada tools yg perlu pada install ke komputer atau laptop kamu.Install Android Studio

Software ini dapat dipakai secara gratis dan dapat diunduh melalui website resminya.

Download Android Studio : https://developer.android.com/studioInstall Java SE Development Kit

Lantaran kita akan menciptakan pelaksanaan android maka bahasa pemrograman yang akan kita gunakan adalah bahasa Java.

Download Java SE Development Kit : https://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/jdk11-downloads-5066655.htmlPakai emulator atau USB debugging?

Ahmad Arif Faizin, seseorang Android Developer dan instruktur pada Udemy, menyebutkan bahwa kita bisa memilih memakai emulator bawaan Android Studio buat menguji coba output kodingan kita. apabila memakai emulator bawaan Android Studio, agan mampu menentukan apa jenis perangkat yang ingin diujikan dari resolusi layar & spesifikasi umum. Selain itu, ada pula emulator lain seperti Nox, Bluestacks, & sebagainya.

Jika menggunakan USB debugging, kita perlu mengaktifkan mode developer pada perangkat yg akan digunakan buat uji coba agar bisa mengakses fitur USB debugging. Siapkan juga kabel data buat menghubungkan perangkat ke personal komputer .

Bluestacks : https://www.bluestacks.com/id/index.html

Genymotion : https://www.genymotion.com/Berkenalan dengan tools Android Studio

Untuk memulai belajar membuat aplikasi android kita harus mengetahui terlebih dahulu tools atau IDE yg akan kita pakai.Struktur Project Android Studio

Ketika kita memulai suatu project aplikasi menggunakan Android Studio, aplikasi akan secara otomatis menciptakan paket, folder, dan file. Oleh karena itu engkauwajibmenciptakan project baru terlebih dahulu buat dapat melihat apa saja isi project Android Studio.

Jalankan Android Studio pada personal komputerkamu lalu pilih start a new Android Studio project  ➝ Isikan nama project & nama situs engkau➝  kemudian tekan next ➝ Pilih API level dan tekan next ➝ Kemudian pilih template Empty Activity. Nah, project baru sudah selesai dibentuk & siap diisi. Sebelum itu, mari kenali terlebih dahulu struktur projectnya: Manifest (app/manifest/AndroidManifest.xml)

Folder pertama ini berisi file AndroidManfiest.xml yang berisi komponen dari sebuah aplikasi seperti activity, services, user permission, content provider, & lain-lain. Java (app/packagename/MainActivity.java)

Merupakan folder yg berisi arsip-file perintah dengan ekstensi java, yang juga terkandung group activity di aplikasi. Res

Folder ini berisi drawable, layout, mipmap, dan values. File di folder ini ditujukan buat memberi tampilan visual pada pelaksanaan. Drawable berisi kumpulan gambar yang akan dipakai dalam pelaksanaan. Layout merupakan loka dimana file desain layout ditempatkan. Mipmap menyimpan formasi icon yg akan digunakan.Jenis Layout

Hal mendasar yg perlu diketahui saat belajar membuat aplikasi Android adalah jenis-jenis layout. Hal ini penting karena berkaitan menggunakan struktur desain suatu pelaksanaan. Terdapat beberapa layout generik antara lain:Linear Layout

Layout ini adalah jenis layout default pada Android Studio versi 2.3 ke bawah. Karakteristik berdasarkan Linear Layout merupakan kita diwajibkan mendesain secara linier & berurutan misalnya menurut kiri ke kanan atau atas ke bawah.Relative Layout

Jenis layout ini menaruh kebebasan buat meletakkan dimana posisi elemen yg diinginkan, tetapi setiap elemen harus mempunyai rekanan antar elemen.Frame Layout

Frame layout memungkinkan satu elemen saling tumpang tindih menggunakan elemen lainnya. Jenis layout ini acapkali dipakai buat menciptakan aplikasi game menggunakan tatap muka yg lebih rumit.Constraint Layout

Layout ini memanfaatkan constraint buat memilih posisi sebuah elemen. Layout ini tergolong baru, menggunakan taraf fleksibilitas yang lebih tinggiBelajar Membuat Aplikasi Android di Udemy

Bagi engkauyang ingin belajar membuat aplikasi Android lebih dalam lagi, engkaumampu mencobanya pada Udemy. Salah satu kelas berbahasa Indonesia yg direkomendasikan adalah  “Belajar Android Dasar Dari Nol Sampai Expert” yang diajarkan sang Ahmad Arif Faizin. Kenapa harus belajar di Udemy? Ada aneka macam fitur yg membantu & mempermudah proses pembelajaran misalnya fitur download resource dimana engkaubisa mengunduh materi pembelajaran yg disediakan oleh instruktur. Kemudian jika kebingungan, eksklusif tanyakan saja melalui fitur ‘Q&A.’

Di Udemy, ada berbagai kursus selain menciptakan aplikasi Android seperti desain web, desain grafis, manajemen produk, digital marketing, & lain-lain. Metode pembayarannya sendiri juga mudah, engkaumampu membayar kursus melalui Alfamart dan Indomaret.

Belajar menciptakan aplikasi android

Belajar membuat pelaksanaan android

Nah, Kursus Android Dasar Dari Nol Sampai Expert sangat cocok bagi engkauyg baru mulai terjun kedalam profesi Android Developer. Semoga berguna & jika ada yang ingin agan tanyakan boleh eksklusif tulis di kolom komentar. Hatur nuhun!

Subscribe Our Newsletter

avatar
"Hidupku tertutup, terbukanya pas mandi aja."

Related Posts

0 Comment

Posting Komentar

Article Top Ads

Parallax Ads

Article Center Ads

Article Bottom Ads