Mode Gelap

Recent in Fashion

Best Seller Books

Belajar Membuat Aplikasi Android Sederhana Menggunakan Kotlin Di Android Studio

Panduan ini ditujukan buat yg baru memulai pemrograman Android menggunakan bahasa Pemrograman Kotlin. Diharapkan telah memiliki dasar dari bahasa pemrograman Kotlin. apabila masih belum terdapat dasar bahasa pemrograman Kotlin, dapat memulai belajar bahasa pemrograman Kotlin dalam kelas perdeo berikut adalah https://s.id/MemulaiPemrogramandenganKotlin .

Dalam pedoman ini kita akan mengusut tentang :Cara membuat & mengatur project baru menggunakan menggunakan Android Studio.Menambahkan assets berupa gambar ke pada folder drawable.Mengatur icon aplikasi.Membuat layout memakai Constraint Layout.Membuat gambar berubah sesuai menggunakan nilai yang dipengaruhi memakai when expression pada bahasa pemrograman Kotlin.

Versi Android Studio yg akan dipakai dalam pedoman merupakan versi tiga.lima.0 atau yg lebih tinggi. Diharapkan menggunakan versi yg sama seperti dalam pedoman buat meminimalisir error. Belajar Membuat Aplikasi Android Sederhana dengan Kotlin pada Android StudioTahap #1 Start New Project

Pada saat pertama kali membuka pelaksanaan Android Studio kita akan dihadapkan dengan tampilan seperti ini. Tampilan awal android studio

Tentunya tampilan Android Studio tersebut bukan tampilan bawaan, tetapi sekitar sama hanya tidak selaras pada warna & ikon saja. Pada tutorial ini saya menggunakan Theme Materialize yg dapat dipasang melalui menu plugins yang ada pada pengaturan Android Studio. Mungkin lain waktu akan kita buatkan tutorial buat konfigurasi tema pada Android Studio.

Langkah awal dalam menciptakan projek baru pada Android Studio merupakan dengan klik menu “Start a new Android Studio project”. Tetapi sebelum itu, pastikan personal komputeratau laptop kita terkoneksi ke jaringan Internet. Karena sesudah proses konfigurasi project android studio akan melakukan download terhadap dependensi atau library buat project kita.Create new project android studio

Setelah melakukan klik sajian tersebut, kita akan dihadapkan pada dialog baru yg bernama “Create New Project” dialog ini berisikan pilihan tema project bawaan Android Studio buat project multi device nir hanya telepon atau tablet, tetapi jua buat wear OS (biasa digunakan pada smartwatch), Android TV, Android Auto (biasa digunakan pada Head Unit pada kendaraan beroda empat), dan Android Things. Kali ini kita akan memilih tema buat phone and table berupa “Empty Activity” misalnya pada tangkapan layar berikut. create new project dialog

Setelah memilih tema project lalu klik tombol “NEXT” buat melanjutkan ke obrolan ke dua yaitu berupa obrolan buat mengkonfigurasi projek yang akan kita untuk. configuration project obrolan

Pada dialog tadi, kita akan mengubah beberapa parameterdiantaranya :Name : nama project sekaligus nama Aplikasi kita. Kita wajibmenentukan nama dari aplikasi kita diawal kita membuat project. Pengubahan nama pelaksanaan setelah project terbentuk tentu sanggup dilakukan namun itu akan sedikit bikin capek.Package Name : nama paket. Nama paket ini adalah bagian yg wajibsahih-sahih diperhatikan. Jika kita galat membuat nama paket tentu kita akan mengalami kerepotan jika harus mengubahnya selesainya project tadi telah terbentuk. Apalagi jika project aplikasi kita sudah terunggah ke Play Store. Ketika telah terunggah ke Play Store, kita tidak dapat lagi mengubah nama paket project kode sumber pelaksanaan kita. Mengubahnya berarti mendaftarkan sebuah aplikasi baru ke Play Store. Save location : adalah lokasi dimana holistik project yg dibentuk akan disimpan. Kita bebas mau menyimpan dalam folder yang telah default berdasarkan Android Studio atau mengarahkan ke folder lainnya.Language : adalah pilihan buat menentukan bahasa pemrograman yg nantinya akan kita pakai dalam pembuatan pelaksanaan. Dalam pengembangan aplikasi android sekarang ini telah didukung pada 3 bahasa pemrograman, yaitu C++, Java, & Kotlin. Untuk bahasa pemrograman Kotlin baru diresmikan sang Google menjadi bahasa pengembangan resmi buat Android dalam tahun 2017 pada acara tahunan Google I/O 2017. Pada project kali ini kita akan memakai Kotlin sebagai bahasa pemrogramannya. Jadi pilih Kotlin dalam kolom Language ini.Minimum API Level : menentukan minimum API Level dipakai agar pelaksanaan kita bisa menjangkau perangkat sebesar-banyaknya. Dalam project ini kita akan memakai minimum barah level 19 yaitu buat Android 4.4 atau KITKAT. Diharapkan nanti pelaksanaan kita bisa berjalan optimal pada android KITKAT hingga menggunakan versi modern saat ini. Sehingga semakin poly pengguna pelaksanaan kita.Jangan lupa pastikan “Use androidx.* artifacts” tercentang, karena kita akan memakai library berdasarkan AndroidX dimana librari ini merupakan library dukungan terkini sesudah android.support library. Jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai AndroidX silahkan baca pada link berikut https://developer.android.com/jetpack/androidx

Setelah pengaturan pada konfigurasi project, klik “FINISH” buat proses pembuatan (build) project oleh android studio. Kembali lagi, sebelum klik “FINISH” pastikan komputer atau laptop kita terkoneksi ke jaringan Internet agar proses building project berdasarkan android studio nir mengalami hambatan.

Berikut adalah tampilan awal saat project yang berhasil dibentuk.android studio IDE

Catatan : durasi proses building project dalam Android Studio akan tidak selaras pada tiap perangkat komputer atau laptop, tergantung pada spesifikasi dan kecepatan koneksi internet yang sedang dipakai. Untuk informasi spesifikasi minimum hardware yang optimal buat menjalankan Android Studio bisa dibaca dalam tautan berikut ini https://developer.android.com/studio (scroll laman sampai bagian bawah) atau mampu tinggalkan komentar jikalau mau minta saran spesifikasi yg paling rupawan dalam development android application dengna android studio.

Saya seorang Android Developerdari tahun 2017.Menyukai pengembangan pelaksanaan Android secara Native menggunakan bahasa pemrograman Kotlin di IDE Android Studio.

Subscribe Our Newsletter

avatar
"Hidupku tertutup, terbukanya pas mandi aja."

Related Posts

0 Comment

Posting Komentar

Article Top Ads

Parallax Ads

Article Center Ads

Article Bottom Ads